Minggu, 11 November 2007

 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Tahu tidak kenapa para pengusaha rokok di seluruh dunia tidak takut mencantumkan peringatan tentang bahaya rokok di setiap bungkus rokok, " MEROKOK DAPAT MENGAKIBATKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN ". Apa hal itu tidak menyebabkan akan berkurangnya pembeli rokok yang mereka produksi ? . Kenyataan yang kita saksikan akan memberikan jawaban yang pas. PERINGATAN ITU TIDAK AKAN MASUK DALAM PIKIRAN PARA PEROKOK, KALAUPUN ITU DIBACANYA TIDAK AKAN MASUK KE HATINYA, DAN KALAUPUN MASUK MENGETUK HATINYA TIDAK BISA MENCEGAHNYA MENGHISAP ROKOK. Karena telah kecanduan dan susah sekali untuk melepaskan kebiasaan itu, akhirnya peringatan itu hanya sebagai penghias bungkus rokok semata.

Manusia memang kadang kurang mempergunakan hati nuraninya, kebanyakan orang hanya memakai akalnya dalam bertindak, sesuatu yang diterima hanya oleh akal semata maka akan sangat susah untuk menghasilkan tindakan yang semestinya dilakukan, ketika peringatan itu cuma masuk di akalnya saja dan tidak mengetuk hatinya maka sia-sia saja peringatan tersebut.

Foto diatas adalah foto dari keputusan fatwa oleh ulama-ulama di mesir tentang HARAMnya rokok, fatwa ini keluar pada tahun 1999, berdasarkan penelitian para ilmuan khususnya kedokteran bahwa rokok sangat berbahaya bagi kesehatan, dan berdasarkan ayat al-quran yang melarang manusia untuk membunuh dirinya sendiri serta mencelakakan dirinya, maka diputuskanlah fatwa BAHWA MEROKOK ADALAH HARAM MENURUT SYARIAT ISLAM. Tapi fatwa itu tidak menjadi sesuatu yang berarti, tetap saja orang semakin banyak menghisap rokok. KARENA FATWA DAN PERINGATAN TIDAK LAGI BISA MENGETUK HATI NURANI MANUSIA, HATI NURANI TIDAK LAGI DIJADIKAN SARANA UNTUK MENERIMA HAL-HAL YANG BAIK.

Sekalipun malaikat jibril sendiri yang turun ke bumi mengatakan bahwa merokok itu haram karena merusak diri dan kesehatan, tapi hati nurani telah tertutup dan cuma akal semata yang dipakai dalam menerima sesuatu maka seruan itu tidaklah akan banyak artinya. Sepertinya kita harus kembali lagi membuka hati kita dan merenungkan segalanya dengan mata hati kita yang bersih, tidak serta merta hanya mengandalkan otak dan pikiran.

Komentar: Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]





<< Beranda

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]